Kamis, 09 Februari 2012

Menyibak keindahan Pantai Goa Cemara, Yogya


Menyibak keindahan Pantai Goa Cemara, Yogya. Saat kaki menapak, menyibak rimbunan cemara, matahari yang hampir tenggelam memancarkan sinar jingga menerobos di antara rerimbunan pohon cemara. Begitu kaki ini menapaki pasir, keluar dari rindangnya pohon cemara, mata ini terpaku, tak kuasa melihat cantiknya mentari yang akan hilang di telan kegelapan.
Seperti itulah gambaran panorama alam saat sore hari di Pantai Goa Cemara. Pantai Goa Cemara terletak di Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta. Untuk menuju bibir pantai, terlebih dahulu kita harus melewati Goa Cemara.

Selasa, 07 Februari 2012

Naga “mengamuk” di Malioboro



Naga “mengamuk” di Malioboro. Mata Naga itu menyala-nyala, badannya meliuk-liuk indah bak sang penari, mengejar bola yg ada di depannya. Anak-anak berteriak histeris, bahkan ada yang menangis ketika naga bringas yang bersisik itu nyaris menyambar mereka.



Selasa, 31 Januari 2012

Tersihir Patung Buddha Tidur terbesar di Indonesia

Tersihir Patung Buddha Tidur terbesar di Indonesia. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau di Indonesia ini kita punya patung Buddha Tidur terbesar. Bahkan Indonesia berani meng-klaim bahwa patung Buddha ini terbesar ketiga di Asia setelah Thailand dan Nepal. 
Patung Buddha tidur ini berada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto atau lebih tepatnya berada di kompleks Maha Vihara Mojopahit. Begitu masuk ke lokasi, sejenak saya mengamati patung-patung yang berjejer di kanan kiri vihara, ternyata gaya masing-masing patung berbeda, sangat terlihatapik patung-patung ini.
Tidak mau tersihir oleh patung-patung itu, kaki ini segera berjalan menuju ke patung yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia. Tak jauh melangkah, mata pun melihat pancaran keemasannya. Patung itu terlihat sangat besar, cat berwarna emas yang membalurinya memberi kesan cantik, indah, dan menarik. Takjub saya melihatnya. Kalau yang ini benar-benar mampu menyihir mata. Pada bagian bawahnya, relief-relief yang menceritakan tentang Buddha itu sendiri mengelilingi memberikannya ornamen yang tak kalah menarik.


Kamis, 19 Januari 2012

Mblusuk Mojokerto part 2: Kolam Segaran, Tempat Penggemblengan Pasukan Majapahit


Mblusuk Mojokerto part 2: Kolam Segaran, Tempat Penggemblengan Pasukan Majapahit. Setelah beranjak dari Gapura Wringin lawang, tujuan selanjutnya adalah makam putri cempa. Di perjalanan terlihat sebuah kolam luas yang di penuhi oleh parara pemancing. Penasaran, mampir sebentar….


Kolam segaran bagi Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu situs peninggalan Kraton Majapahit, yang dituahkan dan dibanggakan masyarakat Trowulan khususnya dan Mojokerto umumnya. Banyak kisah yang mengiringi keberadaannya. Namun, yang paling diyakini para sesepuh daerah tersebut, keberadaannya merupakan area tempat penggemblengan pasukan perang laut sebelum dikirim dalam misi penaklukan.

LETAK Kolam Segaran sekitar 500 meter arah selatan jalan raya Mojokerto-Jombang. Konon nama tersebut berasal kata segoro-segoroan yang berarti telaga buatan, seperti yang terdapat dalam buku Negara Kertagama pupuh VIII halaman 5.3, yang tersurat di daerah Trowulan terdapat sebuah telaga yang multiguna.

Menurut data museum Trowulan, Kolam Segaran konon dibuat pada abad ke-14. Luas kolam ini 175m x 375m, dengan kedalaman sekitar 2,80m dan tebal dinding bangunan 1,60m. Air kolam berasal dari Balong Bunder dan Balong Dowo yang berada di sebelah selatan dan barat daya kolam. saluran air masuk ke kolam ada di bagian tenggara, sementara air kolam.


Mblusuk Mojokerto part 1: Gapura Wringin Lawang…

Mblusuk Mojokerto part 1: Gapura Wringin Lawang…Tujuan kita yang pertama adalah Gapura Wringin Lawang, sebuah gapura megah yang berdiri kokoh di sisi utara bekas kompleks Majapahit. Tepatnya di Dukuh Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tersusun atas ribuan bata merah, sebuah ciri arsitektur vernacular (pribumi) yang mampu bertahan berabad-abad lamanya. 

Bentuk gapura berupa candi bentar yaitu sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan serupa dan sebangun tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi kiri dan kanan pintu masuk. Candi bentar tidak memiliki atap penghubung di bagian atas, sehingga kedua sisinya terpisah sempurna, dan hanya terhubung d bagian bawah oleh anak tangga. Bangunan seperti ini lazim disebut “gerbang terbelah” karena bentuknya seolah-olah menyerupai sebuah bangunan candi yang dibelah dua secara sempurna.